Jun 01, 2025
Hai sobat Narasa, kali ini mina akan membagikan tips mengatur cash flow atau arus kas bagi UMKM. Simak baik-baik ya.
Mengelola cash flow atau arus kas dengan baik membantu pelaku UMKM menjaga kestabilan keuangan dan menghindari krisis kas.
Arus kas yang baik juga memungkinkan para pelaku usaha membayar tagihan, menggaji karyawan, membeli bahan baku, dan mengembangkan usaha. Maka dari itu, beerikut meruakan cara-cara yang dapat dilakukan agar arus kas UMKM tetap stabil :
1. Merencanakan Keuangan secara Tepat
Perencanaan keuangan merupakan fondasi utama dari cara mengatur kas keuangan agar tetap stabil dan membantu dalam pengelolaan cash flow. Hal ini juga mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis UMKM jangka panjang. Dengan menetapkan strategi keuangan yang tepat, maka pelaku UMKM dapat mengoptimalkan penggunaan modal, mengurangi risiko keuangan, dan memaksimalkan potensi keuntungan.
2. Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis
Pelaku UMKM disarankan jangan pernah mencampur keuangan pribadi dengan keuangan untuk usaha karena akan mengacaukan pencatatan keuangan dan membuat kesulitan melacak kesehatan finansial bisnis. Solusinya yaitu membuat rekening bank terpisah untuk bisnis dan pribadi.
3. Memantau Arus Kas Secara Rutin
Pelaku UMKM wajib untuk memantau arus kas dan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, sekecil apa pun. Lakukan ini secara rutin, idealnya setiap hari atau minimal setiap minggu. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa mengetahui jika ada masalah, misalnya pengeluaran yang membengkak atau pembayaran dari pelanggan yang terlambat.
4. Pemasukan Lebih Besar dari Pengeluaran
Pelaku usaha harus memperhatikan dengan baik pemasukan dan pengeluaran. Pastikan bahwa pemasukan dari modal, keuntungan, dan sumber pendapatan lainnya, selalu lebih besar daripada pengeluaran untuk kebutuhan usaha. Keseimbangan ini sangat penting untuk menghindari kerugian dan menjaga kelangsungan usaha.
5. Mengetahui Break Even Point
Break even point (BEP) adalah titik di mana pendapatan usaha seimbang dengan pengeluaran, yang berarti usaha tersebut tidak mengalami keuntungan maupun kerugian. Mengetahui kapan usaha mencapai BEP sangat penting karena memberikan gambaran jelas tentang seberapa banyak pendapatan yang diperlukan untuk menutupi semua biaya operasional.
6. Menjaga Tingkat Persediaan yang Optimal
Kelebihan persediaan (overstock) sama buruknya dengan kekurangan persediaan (understock). Keduanya bisa mengganggu arus kas. Cara efektif mengatur kas keuangan UMKM agar tetap stabil adalah dengan menekankan pentingnya manajemen persediaan yang baik.\
7. Mencari Sumber Pendanaan Tambahan (Jika Diperlukan)
Cara efektif mengatur arus kas UMKM agar tetap stabil adalah mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan. Selain pinjaman bank, ada angel investor yang bersedia mendanai bisnis dengan potensi besar.
8. Melakukan Evaluasi Keuangan Berkala
Evaluasi keuangan adalah kunci untuk mengetahui apakah strategi pengelolaan kas sudah berjalan baik. Pelaku UMKM harus rutin menganalisis laporan keuangan, seperti laporan laba rugi dan neraca.
Nah sobat Narasa, mengatur arus kas dalam bisnis UMKM memang bukan hal yang mudah, tapi hal ini perlu dilakukan agar bisnis yang dijalankan bisa berjalan dengan baik.
Dengan mengelola arus kas dengan baik juga pelaku UMKM dapat menjaga kestabilan keuangan, mencegah krisis kas, dan memastikan bahwa dana tersedia untuk kebutuhan operasional dan investasi. Pengelolaan arus kas yang baik juga membantu dalam merencanakan pertumbuhan bisnis agar lebih berkembang lagi.
Semoga penjelasan dari mina bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi sobat Narasa semua ya.
Sumber Artikel : https://ukmindonesia.id/, https://fs-institute.org/, https://amartha.com/
Sumber Gambar : https://www.freepik.com/