Jan 28, 2025
Hai sobat Narasa, kali ini mina akan membagikan informasi tentang strategi apa saja yang perlu dilakukan para pelaku UMKM disaat daya beli konsumen menurun.
Pada saat ini, situasi ekonomi terus berubah, kemudian persaingan di dunia UMKM juga sangatlah ketat. Hal ini mengakibatkan daya beli konsumen menjadi menurun dan menjadi sebuah tantangan besar bagi pelaku UMKM.
Penurunan daya beli ini disebabkan juga oleh fakor lain, mulai dari banyaknya kejadian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tingginya angka pengangguran, hingga kenaikan harga BBM yang berujung pada kenaikan harga sembako. Maka dari itu, diperlukan startegi yang tepat untuk mengatasi penurunan penjualan ini, yaitu sebagai berikut :
1. Pahami Perubahan Prioritas Konsumen
Ketika daya beli menurun, konsumen akan memprioritaskan kebutuhan dasar dan produk dengan nilai lebih. Konsumen kini lebih tertarik pada produk yang memberikan “value for money” dan manfaat langsung. Maka dari itu, diperlukan analisis data penjualan untuk melihat tren yang paling diminati juga lakukan survei menggunakan aplikasi seperti WhatsApp atau Instagram Stories.
2. Sesuaikan Produk dengan Tren Ekonomi
Inovasi perlu diperlukan ketika menjalankan bisnis UMKM, namun perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi. Konsumen cenderung menghindari pengeluaran besar dan memilih produk yang hemat. Maka dari itu, buatlah produk dengan ukuran atau porsi yang lebih kecil dan terjangkau serta pperkenalkan paket hemat yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
3. Menggunakan Pendekatan Personal untuk Menonjolkan Keunggulan Produk
Komunikasi yang personal dapat membantu konsumen lebih memahami nilai produk yang dijual. Saat ini, storytelling menjadi cara efektif untuk menjelaskan manfaat produk. Contohnya adalah dengan membagikan kisah di balik pembuatan produk melalui media sosial dan menampilkan testimoni konsumen secara visual (foto atau video).
4. Memanfaatkan Loyalitas Konsumen untuk Bertahan
Di tengah daya beli yang melemah, konsumen yang loyal adalah kunci. Fokuslah pada mempererat hubungan dengan mereka. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengirim pesan personal seperti ucapan ulang tahun atau promo eksklusif, mengadakan program referral untuk mendorong mereka merekomendasikan produk yang dijual, serta membuat komunitas melalui grup WhatsApp atau media sosial.
5. Lakukan Evaluasi Cepat dan Strategis
Di masa seperti ini, evaluasi tidak bisa ditunda. Fokuskan pada efisiensi operasional dan strategi yang langsung berdampak. Contohnya adalah dengan menggunakan analitik sederhana untuk memantau kinerja produk dan promosi, mengurangi biaya pada hal-hal yang kurang penting, dan meninjau kembali segmentasi pasar untuk menjangkau konsumen baru.
6. Optimalkan Media Sosial untuk Promosi yang Relevan
Media sosial tetap menjadi cara murah dan efektif untuk menjangkau konsumen. Namun, konten harus relevan dengan kondisi saat ini. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan tren terkini untuk menarik perhatian (misalnya, tantangan viral atau hashtag populer dan membuat video pendek yang memberikan tips praktis terkait produk yang dijual.
7. Perkuat Keunikan Dengan Kustomisasi
Di era modern, banyak konsumen yang lebih senang jika produk yang dijual bisa dibuat lebih personal, alias lebih menggambarkan diri mereka sendiri. Konsumen generasi muda cenderung ingin terlibat dalam menentukan spesifikasi produknya. Karena itu, akan lebih baik jika pelaku UMKM menyediakan layanan atau pilihan kustom. Artinya, konsumen bisa menentukan sendiri produk yang ingin dibeli.
Sobat Narasa, penurunan daya beli konsumen merupakan tantangan nyata, tetapi bukan akhir segalanya. Dengan data terkini, inovasi produk, pendekatan personal, dan evaluasi strategis, UMKM dapat tetap bertahan. Fleksibilitas dan kreativitas juga merupakan kunci utama dalam meningkatkan penjualan.
Semoga informasi yang telah mina berikan bisa bemanfaat dan menjadi inspirasi bagi sobat Narasa semua ya.
Sumber artikel : https://ukmindonesia.id/, https://rumahsiapkerja.com/,
Sumber gambar : https://www.freepik.com/